Tampilkan postingan dengan label Ilmu Sipil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Sipil. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Oktober 2023

Menjadi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan

Pada Tahun 2023 untuk pertama kalinya saya ditunjuk menjadi PPTK, setelah bertahun tahun menjadi pengawas Kegiatan Proyek Pembangunan Jalan dan Jembatan. untungnya penunjukan itu setelah saya menyelesaikan studi Magister Teknik Sipil pada tahun tersebut. padahal kepinginnya saya itu vakum untuk tidak terbebani terlalu dalam oleh tanggung jawab sebagai seorang katakanlah "Pejabat" walaupun hanya jabatan teknis.

Setelah berjalannya waktu setahun kemudian yaitu pada hari ini Bulan Desember, akhir tahun 2024 suka duka menjadi PPTK menjadi pelajaran dan momen tersendiri yang akan menjadi pengalaman hidup

Minggu, 26 Maret 2023

Geoteknik : Analisis Korelasi Kapasitas Beban Ultimit Tiang Dolken Pada Tanah Lempung Berdasarkan Hasil Uji Drop Hammer dengan Uji Pembebanan di Lapangan (Pendahuluan)

           Tiang pancang mini atau tiang diameter kecil seperti cerucuk gelam (dolken) yang sering digunakan secara praktis untuk menambah daya dukung fondasi dangkal sudah banyak diaplikasikan di Indonesia, seperti sumatera selatan. Studi daya dukung tiang cerucuk pada model skala kecil untuk mendukung pondasi telapak dengan ukuran 20 x 20 cm, disimpulkan bahwa jarak cerucuk yang lebih dekat dan jumlah cerucuk semakin banyak maka akan terjadi peningkatan daya dukung fondasi telapak yang cukup besar (Hadi, 1990).
        Daya dukung tiang cerucuk tersebut biasanya tidak dihitung secara empiris dengan perhitungan daya dukung tiang yang sudah ada, Sebab hingga saat ini kapasitas daya dukung tiang tersebut masih menjadi bahan untuk diteliti dan diuji. Disamping itu cara praktis untuk mengetahui kapasitas daya dukung tiang mini tersebut secara cepat dilapangan belum diteliti secara khusus. 
      Perkiraan kapasitas aksial suatu tiang pancang telah menjadi tantangan bagi ahli geoteknik. Beberapa metode dan pendekatan telah dikembangkan untuk memprediksi suatu persamaan yang mendekati kebenaran. Metode mencakup beberapa asumsi penyederhanaan atau pendekatan empiris mengenai stratigrafi tanah, interaksi struktur tanah dengan tiang, dan distribusi resistansi tanah di sepanjang tiang. Oleh karena itu, metode tersebut belum memberikan nilai-nilai yang benar-benar kuantitatif langsung berguna dalam desain pondasi suatu bangunan (Eslami & Fellenius, 1997).
           Penentuan daya dukung tanah bisa diketahui dari beberapa tes dan analisa dari tes tersebut bisa dijadikan patokan dalam penentuan fungsi empiris baru yang akan diuji cobakan. Daya dukung suatu tiang pancang dapat ditentukan oleh lima pendekatan: Interpretasi data dari skala sebenarnya tes pembebanan tiang, Metode analisis dinamis berdasarkan analisis persamaan gelombang, Tes dinamik dengan cara Pile Driving Analyzer (PDA), Analisis statis dengan menerapkan parameter tanah di tegangan efektif atau pendekatan tegangan total, dan Metode menggunakan hasil tes penyelidikan in-situ, langsung atau tidak langsung.
Pada umumnya tes pembebanan tiang dalam penentuan analisa daya dukung suatu tiang dilakukan dengan metode pembebanan statis yang relatif mudah dilakukan dan dianalisis tetapi membutuhkan infrastruktur sementara yang substansial meningkat dengan kapasitas beban pancang tertinggi. (Brown, Hyde & Anderson, 2006).

Minggu, 30 Agustus 2015

Beton Dasar (1) Pengenalan

Apakah yang anda ketahui tentang semen, semen cor dan besi yang digunakan untuk ngecor semen tersebut. Tentu saja ketika kita melihat para pekerja mengecor semen itu, sebelum itu mereka mencampur material lain selain semen, yaitu pasir dan kerikil. Dari campuran tersebut kemudian dicampur air kemudian dituangkan kedalam cetakan itulah yang dinamakan beton

Adakalanya beton harus diberi bahan lain selain bahan semen, pasir, kerikil (Aggregate) yaitu bahan aditif agar meningkatkan kinerja beton. Meningkatnya kinerja beton dimaksudkan berbagai keperluan terutama untuk meningkatkan ketahanan beton terhadap efek beku/dingin dan air juga untuk mempercepat kekuatan beton. Kekuatan beton diukur dengan Kuat Tekannya, semakin besar kuat tekan beton tersebut, maka semakin besar kekuatan beton tersebut
.
Agar beton dapat berfungsi sebagai pijakan dalam bentang panjang dan tidak patah untuk itulah diperlukan besi baja panjang yang biasanya disisipkan ditengah cetakan dalam pembuatan beton, besi ini disebut tulangan ibarat tubuh kalau tudak ada tulang tidak dapat berdiri. Tulangan ini dapat menahan Gaya Tarik atau Kuat Tarik.

Jadi dalam desainnya cetakan beton yang kita lihat dijembatan, digedung, dimal-mal dll agar bangunan tersebut seimbang dan tidak Patah berlaku hukum keseimbangan sama seperti Hukum kekekalan Energi bahwa

Kuat Tekan = Kuat Tarik

Namun pada kenyataannya dalam perhitungan Kuat Tekan beton tidaklah harus sama dengan kuat Tarik, tetapi mendekati nilainya. Tentu saja selain hal tersebut terdapat juga gaya-gaya alami terdapat dalam beton yang perlu dipertimbangkan dalam desainnya.

Baca Juga : Beton Dasar (2) Sifat-sifat Beton

Sumber : Dari berbagai Referensi

Recent Post