Tampilkan postingan dengan label Pembangunan Masyarakat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembangunan Masyarakat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Juni 2026

higher education sarcasm

I have completed my master’s degree at a leading university in South Sumatra Province. My field of study was geotechnical engineering. Why geotechnical engineering? Because


1. Geotechnical engineering can be defined as the science that studies the behavior of soil and rock beneath the Earth’s surface and how to address technical issues that arise in construction projects. Geotechnical engineering is frequently applied in infrastructure development, such as highways, bridges, buildings, dams, and so on. Geotechnical science involves various analytical and testing techniques, such as laboratory testing, field observations, mathematical modeling, and geophysical measurement techniques, to understand the characteristics of soil and rock materials and solve technical problems related to construction on them. In English, Geotechnics is referred to as “Geotechnics” or “Geotechnical Engineering.”

2. My work is always related to issues involving subsoil, foundations, embankments, structures over water, on soft ground, muddy roads, etc., so it has sparked my curiosity and a strong desire to understand how to address these problems scientifically according to world-class standards

3. Few individuals are willing to tackle this topic due to the complexity of soil-related issues and the measures required to strengthen the ground. Technical workers generally underestimate these problems, which often recur and may take as long as ten years to resolve

4. And there’s so much more I can’t write here, especially when it comes to bureaucracy. I’m actually reluctant to write this.

Rabu, 01 April 2009

Kebangkitan dari Rural Crisis

Sesungguhnya apa yang menimpa dunia usaha akhir-akhir ini merupakan waktu suram pada abad ke dua puluh satu ini, bukan persoalan fluktuasi harga minyak saja yang menjadi problem satu-satunya, tetapi daya beli masyarakat juga yang menurun. Banyak faktor kenapa daya beli masyarakat menurun dan ini juga memberikan gambaran bahwa kemiskinan meningkat seiring dengan menurunnya pendapatan masyarakat khususnya pedesaan.
Program-program kemandirian masyarakat dari pemerintah belumlah cukup untuk menanggulangi masalah ini. Selain dari tingkat pendidikan yang rendah juga kesehatan kurang yang mengakibatkan pola pikir masyarakat mengutamakan kepentingan makan dan bertahan hidup seadanya dipertahankan pada era keterbukaan informasi ini.
Lalu apa kontribusi desa dengan keadaan demikian, haruskah masyarakat desa merantau ke kota mencari pendapatan yang lebih baik? Tentu saja tidak bila tujuannya hanya faktor ekonomi apalagi dengan tidak adanya keahlian atau pendidikan akan menambah beban kota.
Solusi yang tepat dalam penanggulangan krisis yang melibatkan masyarakat pedesaan adalah;
  • Pertama menciptakan peluang dan dorongan terhadap “kreativitas” yang produktif pada sektor riil mikro, seperti aspek budidaya agribisnis pertanian, perkebunan serta perikanan.
  • Kedua beri perhatian lebih pada pedesaan terpencil, karena boleh jadi kawasan pedesaan tersebut berpotensi sebagai salah satu sumber penghasil yang belum tersentuh teknologi sebab masih alami, sebagai contoh potensi kepariwisataan.
  • Ketiga meningkatkan pembangunan infrastruktur serta fasilitas penunjang lainnya di wilayah pedesaan, baik itu dari infrastruktur ekonomi (Seperti tranportasi, telekomunikasi, kelistrikan dan irigasi) maupun infrastruktur permukiman (Seperti air bersih, perumahan, balai desa, serta tempat ibadah)

Recent Post